Pas dengan Keperluan

Hari ini ketika saya perlu untuk menggunakan URL query get untuk sebuah form, saya kaget karena semua html entities di URL tersebut akan otomatis di-encode. Saat itu saya menggunakan CakePHP versi 1.3.10.

Untungnya, begitu saya search di Internet, tidak susah mendapatkan penjelasan tentang hal ini. Sudah ada yang melaporkan tentang hal ini sebelumnya, dan Mark Story dengan cepat melakukan perbaikan.

FormHelper::create() URL escapes action attribute

http://cakephp.lighthouseapp.com/projects/42648/tickets/1748-formhelpercreate-url-escapes-action-attribute

Jadi saya cukup meng-update CakePHP yang saya gunakan ke versi 1.3.13. Senang sekali dengan kemudahan seperti ini. Good job, CakePHP team!

Thank you.

Casiopea

15 Mei 1980 dan mereka telah bermain musik seperti ini. Mantap!
(Link audio only, tidak ada visualnya) 

Lihat juga live “Black Joke” ini. Drum solo dan bass solo. http://www.youtube.com/watch?v=7QZcYefAXVs

Pengembangan Flash untuk Mobile Dihentikan

Kita ingat kembali kejadian ributnya Apple tentang Adobe yang tidak responsif terhadap banyaknya permasalahan (bugs) pada produk propietary Flash-nya, yang akhirnya mengakibatkan dihapusnya Flash dari sistem Apple. Baca juga di entry “Pemikiran-pemikiran Steve Jobs tentang Flash”.

Akhirnya Adobe menghentikan development produk Flash untuk mobile. Tidak lama lagi, mungkin juga untuk desktop.

Adobe throws in towel to Apple in Web software war

http://www.reuters.com/article/2011/11/10/us-adobe-apple-idUSTRE7A84NO20111110

wandasakul:

Traditional Recipe, enjoy ! @RRbasotahu

(this post was reblogged from wandasakul)

Nginx Pitfalls: Penting untuk Dicegah

Cara konfigurasi Web server NginX juga tidak rumit atau bisa disebut masuk akal sehingga membuatnya semakin menarik untuk digunakan.

Untuk mencegah kesalahan-kesalahan umum dalam konfigurasi, silakan baca http://wiki.nginx.org/Pitfalls

Email Server Setup References

Nginx + CakePHP Configuration

Baru-baru ini saya kembali memerlukan konfigurasi Nginx untuk Cakephp. Dan kali ini berkat informasi yang ada dari http://www.littlehart.net/atthekeyboard/2009/01/25/cakephp-nginx-configuration-update konfigurasinya bisa berjalan dengan baik. Thanks to the author.

Mengubah Ukuran Gambar

Pengguna sistem operasi Linux tentunya sudah familiar dengan tool yang bernama ImageMagick. Dengan tool ini, kita bisa dengan mudah mengubah ukuran gambar, menambahkan watermark, atau bahkan mengubah format ke berbagai format lain (termasuk ke PDF).

Di Windows, kebanyakan pemakai bergantung pada software Adobe Photoshop untuk melakukan hal-hal ini. Sebenarnya Photoshop tidak terlalu sesuai untuk melakukan hal-hal tersebut. Agar tidak ketinggalan dengan pemakai Linux, anda bisa juga menggunakan ImageMagick di Windows yang bisa diunduh dari website mereka di sini. Jika cara penggunaan software ini, yang menggunakan command prompt terasa agak susah, ada alternatif lain. Software ini juga sangat bagus dan memiliki graphical user interface yang cocok untuk Windows, yaitu FastStone Image Resizer. Sedikit keterangan tentang software ini yang tertulis di web site pembuatnya:

FastStone Photo Resizer is an image converter and renaming tool that intends to enable users to convert, rename, resize, crop, rotate, change color depth, add text and watermarks to images in a quick and easy batch mode. Drag and Drop mouse operation is well supported.

Software tersebut merupakan modul yang terpisah dan bagian dari software pengolah gambar yang lebih lengkap: FastStone Image Viewer. Silakan kunjungi web site pembuatnya di FastStone.org

Tujuh tanda CEO anda mungkin berbohong (dari CNNMoney)

http://www.dailyfinance.com/story/media/lying-ceos-seven-signs/19680621/

Saya sangat tertarik untuk menggunakan web server Nginx (baca: Engine X) sebagai pengganti Apache yang sudah lama saya gunakan. Sejauh ini pemakaian Apache tidak ada masalah. Satu kelebihan Nginx yang banyak disebut adalah kecepatan dan hemat memori, ini sudah cukup bagi saya untuk ingin mencoba.

Untuk Reverse Proxy, penggunaan Nginx sudah berhasil. Tetapi begitu saya ingin menggunakannya untuk aplikasi CakePHP, wah… ternyata sulitnya bukan main. Aplikasi CakePHP ini akan berjalan di virtual host dalam subdirectory dan membutuhkan modul rewrite untuk berjalan (pretty URL*), dan saya sudah coba segala konfigurasi yang saya bisa dapatkan dari Internet selama hampir seharian tanpa hasil.

Memertimbangkan pentingnya waktu pengerjaan, saya putuskan untuk sementara ini kembali menggunakan Apache yang sudah sangat familiar. So, Nginx see you next progress.